KATA
PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil
‘alamin, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya sehingga kami berhasil menyusun makalah ini sesuai
dengan kemampuan yang kami miliki.
Adapun
dalam makalah ini, kami membahas mengenai “ PERUMUSAN DAN UJI HIPOTESIS” yang
menitikberatkan pada: pengertian hipotesis, ciri-ciri hipotesis, jenis-jenis
hipotesis, kegunaan hipotesis, cara menguji hipotesis dan cara menggali serta
merumuskan hipotesis.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun akan
kami terima dengan tangan terbuka demi kesempurnaan penyusunan makalah kami
yang selanjutnya. kami berharap penyusunan makalah ini dapat memberikan manfaat
bagi kami semua. Amin.
Sekian
dan terima kasih, Wassalam.
Makassar, 14 desember 2012
Penyusun
Daftar isi




1.1
Latar belakang 3

2.1
Rumusan masalah 3

3.1
Tujuan 4


2.1
pengertian
hipotesis 5-8

2.2
Arah
atau bentuk uji hipotesis 9

2.3
ciri- ciri hipotesis 10

2.4
jenis-jenis
hipotesis 11

2.5
kegunaan hipotesis 11

2.6
cara menguji hipotesis 12

2.7
cara menggali dan merumuskan hipotesis 13

2.8
Kesalahan pengambilan keputusan 14

2.9
Menentukan tingkat
kemaknaan 15


·
Kesimpulan 16

·
Saran 16


BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Hipotesis seperti yang kita ketahui
(statistik), yakni dugaan yang mungkin benar, atau mungkin juga salah. Dia akan
ditolak jika salah atau palsu, dan akan diterima jika faktor-faktor
membenarkannya. Penolakan dan penerimaan hipotesis, dengan begitu sangat
tergantung kepada hasil-hasil penyelidikan terhadap faktor-faktor yang
dikumpulkan.
Hipotesis dapat juga dipandang
sebagai konklusi yang sifatnya sangat sementara. Sebagai konklusi sudah tentu
hipotesis tidak dibuat dengan semena-mena, melainkan atas dasar
pengetahuan-pengetahuan tertentu. Pengetahuan ini sebagian dapat diambil dari
hasil-hasil serta problematika-problematika yang timbul dari
penyelidikan-penyelidikan yang mendahului, dari renungan-renungan atas dasar
pertimbangan yang masuk akal, ataupun dari hasil-hasil penyelidikan yang
dilakukan sendiri. Jadi dalam taraf ini mahasiswa cukup membuat konklusi dari
persoalan-persoalan yang diajukan dalam bab sebelumnya dan merumuskannya dalam
bentuk statmen (pernyataan).
1.2
Rumusan masalah
a.
Apa yang dimaksud dengan hipotesis?
b.
Apa saya ciri-ciri hipotesis?
c.
Apa saja jenis-jenis hipotesis?
d.
Apa saja kegunaan hipotesis?
e.
Bagaimana cara menguji hipotesis?
f.
Bagaimana cara menggali dan merumuskan hipotesis?
1.3
Tujuan
a.
Menambah wawasan dan
mengetahui seperti apa hipotesis dalam statistik sosial!
b.
Mengetahui bagaimana
ciri-ciri dari hipotesis tersebut!
c.
Mengetahui jenis-jenis
hipotesis!
d.
Bisa mengetahui seperti
apa kegunaan hipotesis itu!
e.
Tahu bagaimana cara
pengujian hipotesis tersebut dalam statistik sosial!
f.
Bisa mengetahui cara
menggali dan merumuskan hipotesis!
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian hipotesis
Dari arti katanya, hipotesis memang
dari dua penggalan. Kata “HYPO” yang artinya “SEMENTARA ATAU LEMAH
KEBERADAANNYA” dan “THESIS” yang artinya “PERNYATAAN ATAU TEORI”. Hipotesis
pada dasarnya merupakan proposisi atau anggapan yang mungkin benar, dan sering
digunakan sebagai dasar pembuatan suatu keputusan/ pemecahan persoalan ataupun
dasar penelitian lebih lanjut. Anggapan suatu hipotesis juga merupakan sebagi
data. Akan tetapi kemungkinan bisa salah, apabila digunakan sebagi dasar
pembuatan keputusan harus terlebih dahulu diuji dengan menggunakan data hasil
observasi.
Uji Hipotesis adalah metode
pengambilan keputusan yang didasarkan dari analisa data, baik dari percobaan
yang terkontrol, maupun dari observasi (tidak terkontrol). Dalam statistik
sebuah hasil bisa dikatakan signifikan secara statistik jika kejadian tersebut
hampir tidak mungkin disebabkan oleh factor yang kebetulan, sesuai dengan batas
probabilitas yang sudah ditentukan sebelumnya.
Uji hipotesis kadang disebut juga
“konfirmasi analisa data”. Keputusan dari uji hipotesis hampir selalu dibuat
berdasarkan pengujian hipotesis nol. Ini adalah pengujian untuk menjawab
pertanyaan yang mengasumsikan hipotesis nol adalah benar.
Daerah kritis (en= Critical Region)
dari uji hipotesis adalah serangkaian hasil yang bisa menolak hipotesis nol,
untuk menerima hipotesis alternatif. Daerah kritisini biasanya di simbolkan
dengan huruf C.
Dalam pengujian hipotesis kita harus
mementukan tolok ukur penerimaan dan penolakan yang didasarkan pada peluang
penerimaan dan penolakan H0 itu sendiri.
Interpretasi
Jika nilai p lebih kecil dari
tingkat signifikan test yang diharapkan, maka hipotesis nol bisa di tolak. Jika
nilai p tidak lebih kecil dari tingkat signifikan test yang diharapkan bisa
disimpulkan bahwa tidak cukup bukti untuk menolak hipotesa nol, dan bisa
disimpulkan bahwa hipotesa alternatiflah yang benar.
Karena ketidaktahuan apakah H0 atau
H1 yang benar maka kita harus mencoba untuk mebuat keseimbangan dari keduanya.
Umumnya kita mengandalkan bahwa H0 benar sehingga kita diharapkan pada kesalahan
I saja (α) karena kesalahan II digunakan untuk menentukan kekuatan uji yang
ditentukan.
Selang kepercayaan (1-α) sebuah
parameter dalam praduga selang berkaitan erat dengan pengujian hipotesis jika
H1 ditolak dengan taraf yang nyata maka selang kepercayaan (1-α) tidak
mengandung parameter spesifik yang ditetapkan dalam H0.
Definisi berikut diambil dari buku karangan Lehmann dan
Romano:
- Hipotesis statistik adalah Sebuah pernyataan tentang parameter yang menjelaskan sebuah populasi (bukan sampel).
- Statistik adalah Angka yang dihitung dari sekumpulan sampel.
- Hipotesis nol (H0) adalah Sebuah hipotesis yang berlawanan dengan teori yang akan dibuktikan.
- Hipotesis alternatif (H1) adalah Sebuah hipotesis (kadang gabungan) yang berhubungan dengan teori yang akan dibuktikan.
- Tes Statistik adalah Sebuah prosedur dimana masukannya adalah sampel dan hasilnya adalah hipotesis.
- Daerah penerimaan adalah Nilai dari tes statistik yang menggagalkan untuk penolakan hipotesis nol.
- Daerah penolakan adalah Nilai dari tes statistik untuk penolakan hipotesis nol.
- Kekuatan Statistik (1 − β) adalah Probabilitas kebenaran pada saat menolak hipotesis nol.
- Tingkat signifikan test (α) adalah Probabilitas kesalahan pada saat menolak hipotesis nol.
- Nilai P (P-value) adalah Probabilitas, mengasumsikan hipotesis nol benar.
Berikut adalah definisi hipotesis menurut para ahli:
Ø Trealese (1960) memberikan definisi
hipotesis sebagai suatu keterangan semnatara dari suatu fakta yang dapat
diamati.
Ø Good dan scates (1954) menyatakan
bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta
diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati
ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk
langkah-langkah selanjutnya.
Ø Kerlinger (1973) menyatakan
hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau
lebih variabel .
Apabila
peneliti telah mendalami permasalahan penelitiannya dengan seksama serta
menetapkan anggapan dasar, maka lalu membuat suatu teori sementara , yang
kebenarannya masih perlu di uji (di bawah kebenaran). Inilah hipotesis peneliti
akan bekerja berdasarkan hipotesis. Peneliti mengumpulkan data-data yang paling
berguna untuk membuktikan hipotesis. Berdasarkan data yang terkumpul, peneliti
akan menguji apakah hipotesis yang dirumuskan dapat naik status menjadi teas,
atau sebaliknya tumbang sebagai hipotesis, apabila ternyata tidak terbukti.
Terhadap hipotesis yang sudah
dirumuskan peneliti dapat bersikap dua hal yakni :
1.
Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya
hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian).
2.
Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda-tandatanda
bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat
penelitian berlangsung).
Untuk mengetahui kedudukan hipotesis antara lain :
1.
Perlu di uji apakah ada data yang menunjuk hubungan variabel
penyebab dan variabel akibat.
2.
Adakah data yang menunjukkan bahwa akibat yang ada, memang
ditimbulkan oleh penyebab itu.
3.
Adanya data yang menunjukkan bahwa tidak ada penyebab lain
yang bisa menimbulkan akibat tersebut.
Apabila
ketiga hal tersebut dapat dibuktikan, maka hipotesis yang dirumuskan mempunyai
kedudukan yang kuat dalam penelitian.
G.E.R brurrough mengatakan bahwa penelitian berhipotesis penting dilakukan bagi :
G.E.R brurrough mengatakan bahwa penelitian berhipotesis penting dilakukan bagi :
1.
Penelitian menghitung banyaknya sesuatu
2.
Penelitian tentang perbedaan
3.
Penelitian hubungan.
2.2
Arah atau bentuk uji hipoesis
Bentuk
hipotesis alternative akan menentukan arah uji statistic apakah satu arah ( one
tail ) atau dua arah ( two tail ).
1.
One tile ( satu sisi )
Adalah bila hipotesis alternativena
menyatakan adanya perbedaan dan ada pernyataan yang mengatakan yang satu lebih
tinggi atau rendah dari pada yang lain.
2.
Two tile ( dua sisi )
Merupakan hipotesis alternative yang
hanya menyatakan perbedaan tanpa melihat apakah hal yang satu lebih tinggi atau
rendah dari hal yang lain.
Ø Contoh penulisan hipotesis
Suatu
penelitian ingin mengetahui hubungan
antara jenis kelamin dngan tingkat kekebalan tubuh, maka hipotesisnya adalah:
HO
:
= 


Tidak
ada perbedaan antara tingkat kekebalan laki-laki dan perempuan atau tidak ada
hubungan antara jenis kelamin dan sistem imun.
HO
:
› 


Ada
perbedaan kekebalan tubuh laki-laki dan perempuan atau ada hubungan antara
jenis kelamin dan tingkat kekebalan.
2.3
Kegunaan hipotesis
Ada beberapa Kegunaan yang terdapat
dari hipotesis antara lain:
a.
Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang
gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.
b.
Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang langsung
dapat diuji dalam penelitian.
c.
Hipotesis memberikan arah kepada penelitian.
d.
Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan
penyelidikan
2.4
Jenis-jenis hipotesis
Ada dua jenis hipotesis yang
digunakan dalam penelitian antara lain :
1.
Hipotesis kerja atau alternatif, disingkat (H1). Merupakan
keputusan yang diambil bila yang kita uji tidak spesifik dengan ketetapan H0.
hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y, atau adanya
perbedaan antara dua kelompok.
Rumusan hipotesis kerja
·
Jika... Maka...
·
Ada perbedaan antara... Dan... Dalam...
·
Ada pengaruh... Terhadap...
2.
Hipotesis nol (null hypotheses) disingkat Ho.
Hipotesis nol merupakan hipotesis
pegangan sementara atau patokan untuk memutuskan, apakah yang kita uji masih
spesifik dengan ketetapan H0 atau tidak.
Hipotesis ini menyatakan tidak ada
perbedaan antara dua variabel, atau tidak adanya pengaruh variabel X terhadap
variabel Y
Rumusannya:
Rumusannya:
·
Tidak ada perbedaan antara... Dengan... Dalam...
·
Tidak ada pengaruh... terhadap...
Adapun Saran untuk memperoleh
hipotesis:
·
Hipotesis induktif
Dalam prosedur induktif, penelitian
merumuskan hipotesis sebagai suatu generalisasi dari hubungan-hubungan yang
diamati
·
Hipotesis deduktif
Dalam hipotesis ini,peneliti dapat
memulai penyelidikan dengan memilih salah satu teori yang ada dibidang yang
menarik minatnya,setelah teori dipilih, ia lalu menarik hipotesis dari teori
ini.
2.5
Ciri-ciri hipotesis
Ciri-ciri hipotesis yang baik:
1.
Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
2.
Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di
antara variabel-variabel-variabel.
3.
Hipotesis harus dapat diuji
4.
Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang
sudah ada.
5.
Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas
mungkin.
2.6
Menggali dan merumuskan hipotesis
Dalam menggali hipotesis, peneliti
harus :
1.
Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin
dipecahkan dengan jalan banyak membaca literatur-literatur yang ada hubungannya
dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.
2.
Mempunyai kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang
tempat-tempat, objek-objek serta hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam
fenomena yang sedang diselidiki.
3.
Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan
keadaan lainnya yang sesuai dengan kerangka teori ilmu dan bidang yang
bersangkutan.
Good dan scates memberikan beberapa
sumber untuk menggali hipotesis :
·
Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam tentang ilmu
·
Wawasan serta pengertian yang mendalam tentang suatu wawasan
·
Imajinasi dan
angan-angan
·
Materi bacaan dan literatur
·
Pengetahuan kebiasaan atau kegiatan dalam daerah yang sedang
diselidiki.
·
Data yang tersedia
·
kesamaan.
Sebagai kesimpulan, maka beberapa
petunjuk dalam merumuskan hipotesis dapat diberikan sebagai berikut :
·
Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan padat serta
spesifik
·
Hipotesis sebaiknya dinyatakan dalam kalimat deklaraif dan
berbentuk pernyataan.
·
Hipotesis sebaiknya menyatakan hubungan antara dua atau
lebih variabel yang dapat diukur.
·
Hendaknya dapat diuji
·
Hipotesis sebaiknya mempunyai kerangka teori.
2.7
Menguji hipotesis
Sesudah hipotesis dirumuskan ,
hipotesis tersebut kemudian diuji secara empiris dan tes logika.
Untuk menguji suatu hipotesis, peneliti
harus :
1.
Menarik kesimpulan tentang konsekuensi-konsekuensi yang akan
dapat diamati apabila hipotesis tersebut benar.
2.
Memilih metode-metode penelitian yang mungkin pengamatan,
eksperimental, atau prosedur lain yang diperlakukan untuk menunjukkan apakah
akibat-akibat tersebut terjadi atau tidak.
3.
Menerapkan metode ini serta mengumpulkan data yang dapat
dianalisis untuk menunjukkan apakah hipotesis tersebut didukung oleh data atau
tidak.
2.8
Kesalahan pengambilan keputusan
Dalam pengujian hipotesis selslu
dihadapkan suatu kesalahan pengambilan keputusan. Ada dua jenis pengambilan keputusan
dalam uji statistik:
1.
Kesalahan jenis I
Kesalahana ini merupakan kesalahan
menolak HO, padahal sesungguhnya HO benar. Artinya menyimpulkan adanya
perbedaan, padahal sesungguhnya tidak ada perbedaan. Peluang kesalahn jenis 1
adalah
atau sering disebut tingkat signifikansi (
signifikance level ). Sebaliknya, peluang untuktidak membuat kesalahan jenis I
adalah sebesar I -
, yang disbut tingkat kepercayan (
confidence level ).


2.
Kesalahan jenis II
Kesalahan ini merupakan kesalahan
tidak menolak HO, padahal sesungguhnya HO salah. Artinya menyimpulkan tidak
adanya perbedaan, padahal sesungguhnya ada perbedaan. Peluang kesalahan jenis
II adalah
. Peluang untuk tidak membuat
kesalahan jenis II adalah sebesar 1 -
, dan dikenal sebagai tingkat
kekuatan uji ( power of the test ).


Tabel kesalahan pengambilan
keputusan
keputusan
|
Populasi
|
|
HO
benar
|
HO salah
|
|
Menerima HO
|
Tepat
(1-
![]() |
Keslahan jenis II (
![]() |
Menolak HO
|
Kesalahan
jenis I (
![]() |
Tepat (1-
![]() |
Power of test (kekuatan uji)
Power
of test merupakan peluang untuk menolak hipotesis nol ( HO ) ketika Ho memang
salah atau dengan kata lain kemampuan untuk mendeteksi adanya perbedaan
bermakna antara kelompok-kelompok yang diteliti ketika perbedaan-perbedaan itu
memang ada.
Dalam
pengujian hipotesis dikehendaki nilai
dan
kecil atau ( 1-
)
besar, namun hal ini sulit dicapai karena bila
semakin kecil, nilai
akan semakin besar. Berhubung harus dibuat
keputusan menolak atau tidak menolak HO, maka harus diputuskan untuk memilih
salah satu saja ang harus diperhatikan , yaitu
dan
yang harus diperhatikan. Pada umumnya untuk
amannya dipilih
.








2.9
Menentukan tingkat kemaknaan ( level of significance )
Tingkat kemaknaan, atau sering
disebut dengan nilai
, merupakan nilai yang menunjukkan
besarna peluang salah dalam menolak hipotesis nol. Dengan kata lain, nilai
merupakan batas toleransi peluang salah dalam
menolak hipotesis nol. Dengan kata-kata yang lebih sederhana, nilai
merupakan nilai batas maksimal kesalahan
menolak HO. Bila kita menolak HO, berarti menyatakan adanya perbedaan/
hubungan. Dengan demikian, nilai
dapat diartikan pula sebagai batas maksimal
kita slah menyatakan adanya perbedaan.




Untuk menguji hipotesis, terlebih
dahulu harus ditentukan nilai
= kesalahan jenis I yang sering juga disebut
tingkat nyata ( significant level ). Kebiasaan dalam dunia kedokteran, ekonomi/
bisnis dan petanian, nilai
masing-masing sebesar 1%, 5%, dan 10%. Besarna
nilai
ini sebenarnya bergantung pada keberanian
pembuat keputusan ( decision maker ), berapa besarnya kesalahan yang akan
ditolerir. Yang disebut daerah kritis pengujian atau daerah penolakan ialah
himpunan nilai-nilai sampel, apabila diteliti, yang akan mengarah pada
penolakan hipotesis.



BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Uji Hipotesis adalah metode
pengambilan keputusan yang didasarkan dari analisa data, baik dari percobaan
yang terkontrol, maupun dari observasi (tidak terkontrol). Dalam statistik
sebuah hasil bias dikatakan signifikan secara statistik jika kejadian tersebut
hampir tidak mungkin disebapkan oleh factor yang kebetulan, sesuai dengan batas
probabilitas yang sudah ditentukan sebelumnya.
Hipotesis yakni dugaan yang mungkin
benar, atau mungkin juga salah. Dia akan ditolak jika salah atau palsu, dan
akan diterima jika faktor-faktor membenarkannya. Penolakan dan penerimaan
hipotesis, dengan begitu sangat tergantung kepada hasil-hasil penyelidikan
terhadap faktor-faktor yang lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Ø
Arikunto, Suharsimi, 1997. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktika. Jakarta: Rineka Cipta.
Ø
Furchon, Arief, 1982. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan.
Surabaya: Usaha Nasional.
Ø
Faisal, Sanapioh, 1982. Metodologi Penelitian Pendidikan.
Usaha Nasional: jakarta.
Ø
Nazir, Moh.,ph. D, 2003. Metode penelitian, Ghalia
indonesia: jakarta.
Ø
Wikipedia : Uji Hipotesis. Diakses tanggal 30 november 2012.
Prof. Dr. Mundilarto yitnosumarto, Ir. Suntoyo, M.agr.,ph.D, 1990. Dasar-dasar statistika. Rajawali: Jakarta.
Prof. Dr. Mundilarto yitnosumarto, Ir. Suntoyo, M.agr.,ph.D, 1990. Dasar-dasar statistika. Rajawali: Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar